Oleh: Eliya Winta Marlina
Memilih alat kontrasepsi yang tepat sangat penting untuk mencegah kehamilan tidak diinginkan dan menjaga kesehatan reproduksi. Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau tenaga kesehatan untuk mendapatkan rekomendasi sesuai kondisi kesehatan, riwayat medis, dan kebutuhan pribadi seperti frekuensi hubungan seksual atau rencana punya anak.
Pertimbangkan efektivitas metode, di mana pilihan seperti IUD atau implan memiliki tingkat kegagalan kurang dari 1% jika digunakan benar, sementara kondom pria sekitar 15%. Perhatikan juga kemudahan pemakaian, seperti pil KB yang harus diminum harian versus suntik KB bulanan atau IUD tahan lama hingga 10 tahun.
Evaluasi efek samping, misalnya kontrasepsi hormonal seperti pil KB berisiko menyebabkan mual, peningkatan berat badan, atau siklus haid tidak teratur, sedangkan non-hormonal seperti kondom bisa menimbulkan alergi lateks. Pilih yang sesuai faktor kesehatan, seperti menghindari hormonal pada penderita migrain atau tekanan darah tinggi, dan gunakan kondom untuk perlindungan dari penyakit menular seksual.
Sesuaikan dengan gaya hidup dan biaya, karena metode jangka panjang seperti implan lebih praktis meski mahal awalnya, sementara kondom murah dan mudah didapat. Libatkan pasangan dalam keputusan untuk meningkatkan kepatuhan dan efektivitas.