Oleh: Eliya Winta Marlina
Nutrisi seimbang selama kehamilan mendukung pertumbuhan optimal janin, mencegah anemia ibu, dan mengurangi risiko stunting bayi. Ibu hamil usia 19-29 tahun membutuhkan energi hingga 2.550 kkal/hari pada trimester kedua dan ketiga, dengan peningkatan protein 90 gram, zat besi 27 mg, serta folat 600 mcg untuk pembentukan sel darah merah dan perkembangan otak janin.
Prinsip Gizi Seimbang
Terapkan "Isi Piringku" pada setiap makan utama: separuh piring makanan pokok dan lauk-pauk, separuh lagi sayur dan buah. Pada trimester 1, konsumsi 4 porsi pokok (nasi/ubi), 1,5 porsi lauk hewani (ikan/telur), 1,5 porsi nabati (tempe/tahu), 4 porsi sayur-buah, serta 8 gelas air. Trimester 2-3 naik menjadi 6 porsi pokok, 3 porsi lauk masing-masing, dan 10 gelas air untuk hidrasi dan serat.
Nutrisi Esensial dan Sumbernya
Protein: Bangun jaringan janin; dari ikan, daging, telur, tahu, tempe (3 porsi/hari).
Zat Besi: Cegah anemia; ikan, daging, hati, tempe (27 mg/hari).
Asam Folat: Perkembangan otak; sayur hijau, jeruk, pepaya (600 mcg).
Kalsium & Omega-3: Tulang dan otak janin; susu, ikan berlemak, kacang (1 gelas susu/hari).
Vitamin C & Serat: Penyerapan besi, cegah sembelit; jeruk, kiwi, bayam, brokoli.
Contoh Menu Harian
Sarapan: Nasi, telur goreng, tumis tempe-kacang panjang, pisang. Siang: Sup ayam wortel, tempe goreng, pepaya. Malam: Ikan goreng, pepes tahu, pepaya. Selingan: Jus alpukat pagi, kolak pisang sore. Variasikan pangan lokal seperti ubi jalar, sagu, atau ikan pindang untuk ketersediaan.
Hindari makanan pedas berlebih, kafein tinggi, dan gorengan berulang; batasi gula 50 g, garam 5 g, lemak 70 g/hari. Konsultasikan ahli gizi untuk penyesuaian personal.